Bulan Puasa telah tiba. Bersyukur penulis
panjatkan masih diberi umur dan kesempatan untuk berjumpa dengan bulan Ramadhan
tahun 2013 yaitu 1434 H. Ramadhan tahun
ini jatuh tepat pada hari Rabu tanggal 10 Juli 2013. Pada kesempatan bulan puasa
ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang biasanya disambut dengan cuaca terik
matahari menyengat yang mampu menciptkan fatamorgana air comberan menjadi sup
buah aneka warna. Sebaliknya, cuaca kali ini cukup bersahabat, dengan
intensitas matahari yang sedang, kadang dengan
awan mendung, disertai suhu yang dingin-dingin empuk, dan tentunya
tetesan air hujan yang tercurah hampir setiap hari yang biasanya jika penulis
amati terjadi di kala antara menjelang adzan maghrib sampai waktu berbuka.
Hmmmmm. Sangat menyejukkan. Bagi mereka yang menambah pahala dengan bersenjatakan
bantal guling alias tidur sepanjang hari mungkin inilah puasa dengan momentum
terbaik.
Penulis pada kesempatan kali ini bukan mau
bercerita tentang kegiatan tidur di bulan puasa. Memang apa yang mau
diceritain. Paling juga mimpi absurd dan paling mentok kalau beruntung cerita
tentang mimpi basah. (Perlu diketahui mimpi basah alias wetdream tidak
membatalkan puasa lhoh karena terjadi di luar kesadaran atau tanpa disengaja). Namun
di sini penulis akan berbagi kisah tentang salah satu kegiatan sunah umat
muslim yang tidak pernah bisa dilepaskan dari bulan Ramadhan. Apalagi kalau
bukan kegiatan sholat tarawih. Yuhuiii, sholat tarawih ini merupakan sholat
sunah yang dilaksanakan setelah sholat wajib Isya dan diakhiri dengan sholat
sunah witir satu atau tiga rakaat. Sholat tarawih sendiri bisa dilaksanakan 8 ataupun 20 rakaat. Tergantung pilihan dan
kemampuan umat muslim yang menjalankan. Akan tetapi bagi penulis pribadi lebih
memilih masjid yang melaksanakan sholat tarawih dengan bilangan 8 rakaat.hhe.
Alasannya sederhana saja, disamping menyingkat waktu tentunya tidak bikin capek.
Salah satu masjid yang berada dekat di tempat tinggal penulis salah satu contoh
yang melaksanakan sholat tarawih 20 rakaat. Selain jumlah rakaatnya maksimal,
ada satu hal lagi yang membuat penulis enggan sholat tarawih di situ yaitu gaya
sholat tarawihnya yang cepatnya bukan kepalang, emang seh efeknya menyingkat
waktu. Tapi yang bikin gag nahan adalah selama dan seusai sholat, keringat
menetes bercucuran dan degup nafas tak beraturan layaknya habis dikejar banci
kalap. Bagaimana tidak, imamnya saja kalau baca doa seperti naik kereta kelas eksekutif.wuuuus,
tak terasa sholatnya sudah sampai salam. Alhasil perut yang habis diisi nasi,
lauk, dan asupan lainnya saat berbuka tadi terguncang dengan hebatnya. Efeknya
perut menjadi mual, mulut keluar busa, badan meriang, ayan, kejang-kejang, dan
fungsi syaraf motorik terganggu. Hhhaha. Lebaaaay. EnggaEngga itu semua cuma
bercanda kog. ^^. Akan tetapi yang patut dikasihani disini adalah kaum lansia
yang telah merasakan pengalaman pahit manisnya hidup harus menghadapi ujian
ketahanan fisik yang luar biasa untuk ukuran usianya saat ini. Coba bayangkan
akik-akik dengan tulang-tulang yang bisa dibilang bukan saatnya untuk minum
bonneto dan scott emulsion lagi harus mengikuti gerakan sholat ala tante-tante aerobik
yang tayang di tv pagi hari. Ckckckck. Luar binasa. :I
Oleh
karena alasan di atas itulah yang melatarbelakangi penulis untuk bergerilya dari
satu masjid ke masjid lainnya disamping mencari suasana baru. Akhirnya ketemu juga kegiatan tarawih yang
penulis cocok untuk diikuti. Namanya TARLING, kepedekan dari ya itu tadi,
tarling. Kepanjangannya adalah tarawih keliling. Dari namanya saja kelihatan kalau
kegiatan tarawih tersebut pasti bersifat nomaden, berpindah dari satu lokasi ke
lokasi lainnya. Tarling sendiri secara resmi diadakan oleh Badan Amalan Islam
disingkat BAI. Kegiatan ini telah rutin diadakan tiap tahunnya saat bulan Ramadhan.
Bertempat di insitusi-institusi pemerintah, perusahaan, BUMN, BUMD, lembaga
pemerintah, universitas, dan dinas pemerintahan. Penulis sendiri sebenarnya
sudah lama mengikuti kegiatan tarling. Kalau tidak salah ingat ini merupakan
tahun ke -5 penulis ikuti. Salah satu yang menarik minat penulis adalah
atmosfernya, dimana masyarakat dari berbagai lapisan golongan berkumpul menjadi
satu, membaur, dan menanggalkan atributnya masing-masing (kecuali taruna/taruni
dari akademi kepolisian dan pelayaran) dengan satu tujuan, sujud kepada Allah
SWT.
Urutan
dari kegiatan tarling sendiri meliputi: sholat isya, sholat tarawih 8 rakaat,
sholat witir tiga rakaat, pembacaan ayat Alquran, sambutan kepala atau pimpinan
dari tuan rumah kegiatan tarling, istirahat, dan yang terakhir adalah ceramah.
Nah dari rangkaian kegiatan acara tersebut yang menarik adalah saat istirahat.
Inilah momen-momen yang ditunggu bocah-bocah, adik-adik, anak-anak, golongan
usia belia atau apalah namanya yang masih bisa disebut childish atau culun. Apakah
ituuuu, yooooi. Pembagian snack brooo. Inilah dimana terjadinya transisi dari
situasi khusyuk menjadi chaos. Momen terjadinya huru hara, kekacauan, kekerasan,
dan kerawanan sosial. Anak-anak yang tadinya kelihatan manis dan unyu tiba-tiba
seperti kesurupan bisa jadi beringas, belingsatan, dan liar seketika melihat
bungkusan snack yang akan dibagikan. Merangsek, memukul, mencakar, dan berbagai
unjuk kekuatan lainya telah menjadi pemandangan biasa di setiap perhelatan
tarling. Sampai-sampai nyawa semut melayang dan pertumpahan jigong tercipta
hanya karena saling adu mulut demi sekardus snack. Jika digambarkan situasinya
seperti berwisata ke bonbin & memberi makan sekumpulan kera, monyet, babon,
beruk, bekantan, dan sun go kong yang ditempatkan di dalam satu kandang. Bisa
dibayangkan bukan keributan yang tercipta?! Sempat keki juga melihat tingkah
polah mereka, pengen rasanya jitakin kepala mereka satu persatu. Tapi penulis
tahu diri, ini kan bulan puasa kudu tahan diri lagian anaknya orang juga bisa
berabe kalau dilaporin. Cukup jamaah lainnya aja yang melakukan dan kadang doa penulispun terjawab, ada
jamaah lainnya juga yang merasa keki akhirnya jitakin pala mereka. Hhe. #Ketawapuas.
Sebenarnya apa sih yang menjadikan bocah-bocah
itu liar tak terkendali dan bertindak anarkis. Motivasi apa yang menyebabkan
kerusuhan ini tercipta. Penulis akhirnya mencoba mencari teka teki jawaban
dibalik snack tersebut. Dengan menyusun metodologi penelitian, mengumpulkan
hipotesis, dan merangkai kerangka pemikiran, penulis berusaha menyusun pecahan
teka teki misteri dan menganalisisnya dengan hati-hati. Dari sumber bukti yang
dikumpulkan memang ini terkait erat dengan isi jajanan snack. Lalu siapa yang
terlibat dan bertanggung jawab atas peistiwa ini??? Apakan modus yang digunakan?
Dan Apa yang melatarbelakanginya?? Jreng..Jreng..
Untuk jawabannya lengkapnya, tonton episode
selanjutnya yak alias postingan berikutnya…. Hhe. –BERSAMBUNG-
Mana gmbarnya.. no pic = hoaxx... hehhe
BalasHapusmakanya ikut, biar bisa buktiin sendiri.hhe
BalasHapus