Jumat, 12 Juli 2013

Tarawih dan Tarling #part1


Bulan Puasa telah tiba. Bersyukur penulis panjatkan masih diberi umur dan kesempatan untuk berjumpa dengan bulan Ramadhan tahun 2013  yaitu 1434 H. Ramadhan tahun ini jatuh tepat pada hari Rabu tanggal 10 Juli 2013. Pada kesempatan bulan puasa ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang biasanya disambut dengan cuaca terik matahari menyengat yang mampu menciptkan fatamorgana air comberan menjadi sup buah aneka warna. Sebaliknya, cuaca kali ini cukup bersahabat, dengan intensitas matahari yang sedang, kadang dengan  awan mendung, disertai suhu yang dingin-dingin empuk, dan tentunya tetesan air hujan yang tercurah hampir setiap hari yang biasanya jika penulis amati terjadi di kala antara menjelang adzan maghrib sampai waktu berbuka. Hmmmmm. Sangat menyejukkan. Bagi mereka yang menambah pahala dengan bersenjatakan bantal guling alias tidur sepanjang hari mungkin inilah puasa dengan momentum terbaik.
Penulis pada kesempatan kali ini bukan mau bercerita tentang kegiatan tidur di bulan puasa. Memang apa yang mau diceritain. Paling juga mimpi absurd dan paling mentok kalau beruntung cerita tentang mimpi basah. (Perlu diketahui mimpi basah alias wetdream tidak membatalkan puasa lhoh karena terjadi di luar kesadaran atau tanpa disengaja). Namun di sini penulis akan berbagi kisah tentang salah satu kegiatan sunah umat muslim yang tidak pernah bisa dilepaskan dari bulan Ramadhan. Apalagi kalau bukan kegiatan sholat tarawih. Yuhuiii, sholat tarawih ini merupakan sholat sunah yang dilaksanakan setelah sholat wajib Isya dan diakhiri dengan sholat sunah witir satu atau tiga rakaat. Sholat tarawih sendiri bisa dilaksanakan  8 ataupun 20 rakaat. Tergantung pilihan dan kemampuan umat muslim yang menjalankan. Akan tetapi bagi penulis pribadi lebih memilih masjid yang melaksanakan sholat tarawih dengan bilangan 8 rakaat.hhe. Alasannya sederhana saja, disamping menyingkat waktu tentunya tidak bikin capek. Salah satu masjid yang berada dekat di tempat tinggal penulis salah satu contoh yang melaksanakan sholat tarawih 20 rakaat. Selain jumlah rakaatnya maksimal, ada satu hal lagi yang membuat penulis enggan sholat tarawih di situ yaitu gaya sholat tarawihnya yang cepatnya bukan kepalang, emang seh efeknya menyingkat waktu. Tapi yang bikin gag nahan adalah selama dan seusai sholat, keringat menetes bercucuran dan degup nafas tak beraturan layaknya habis dikejar banci kalap. Bagaimana tidak, imamnya saja kalau baca doa  seperti naik kereta kelas eksekutif.wuuuus, tak terasa sholatnya sudah sampai salam. Alhasil perut yang habis diisi nasi, lauk, dan asupan lainnya saat berbuka tadi terguncang dengan hebatnya. Efeknya perut menjadi mual, mulut keluar busa, badan meriang, ayan, kejang-kejang, dan fungsi syaraf motorik terganggu. Hhhaha. Lebaaaay. EnggaEngga itu semua cuma bercanda kog. ^^. Akan tetapi yang patut dikasihani disini adalah kaum lansia yang telah merasakan pengalaman pahit manisnya hidup harus menghadapi ujian ketahanan fisik yang luar biasa untuk ukuran usianya saat ini. Coba bayangkan akik-akik dengan tulang-tulang yang bisa dibilang bukan saatnya untuk minum bonneto dan scott emulsion lagi harus mengikuti gerakan sholat ala tante-tante aerobik yang tayang di tv pagi hari. Ckckckck. Luar binasa. :I
 Oleh karena alasan di atas itulah yang melatarbelakangi penulis untuk bergerilya dari satu masjid ke masjid lainnya disamping mencari suasana baru.  Akhirnya ketemu juga kegiatan tarawih yang penulis cocok untuk diikuti. Namanya TARLING, kepedekan dari ya itu tadi, tarling. Kepanjangannya adalah tarawih keliling. Dari namanya saja kelihatan kalau kegiatan tarawih tersebut pasti bersifat nomaden, berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Tarling sendiri secara resmi diadakan oleh Badan Amalan Islam disingkat BAI. Kegiatan ini telah rutin diadakan tiap tahunnya saat bulan Ramadhan. Bertempat di insitusi-institusi pemerintah, perusahaan, BUMN, BUMD, lembaga pemerintah, universitas, dan dinas pemerintahan. Penulis sendiri sebenarnya sudah lama mengikuti kegiatan tarling. Kalau tidak salah ingat ini merupakan tahun ke -5 penulis ikuti. Salah satu yang menarik minat penulis adalah atmosfernya, dimana masyarakat dari berbagai lapisan golongan berkumpul menjadi satu, membaur, dan menanggalkan atributnya masing-masing (kecuali taruna/taruni dari akademi kepolisian dan pelayaran) dengan satu tujuan, sujud kepada Allah SWT.
 Urutan dari kegiatan tarling sendiri meliputi: sholat isya, sholat tarawih 8 rakaat, sholat witir tiga rakaat, pembacaan ayat Alquran, sambutan kepala atau pimpinan dari tuan rumah kegiatan tarling, istirahat, dan yang terakhir adalah ceramah. Nah dari rangkaian kegiatan acara tersebut yang menarik adalah saat istirahat. Inilah momen-momen yang ditunggu bocah-bocah, adik-adik, anak-anak, golongan usia belia atau apalah namanya yang masih bisa disebut childish atau culun. Apakah ituuuu, yooooi. Pembagian snack brooo. Inilah dimana terjadinya transisi dari situasi khusyuk menjadi chaos. Momen terjadinya huru hara, kekacauan, kekerasan, dan kerawanan sosial. Anak-anak yang tadinya kelihatan manis dan unyu tiba-tiba seperti kesurupan bisa jadi beringas, belingsatan, dan liar seketika melihat bungkusan snack yang akan dibagikan. Merangsek, memukul, mencakar, dan berbagai unjuk kekuatan lainya telah menjadi pemandangan biasa di setiap perhelatan tarling. Sampai-sampai nyawa semut melayang dan pertumpahan jigong tercipta hanya karena saling adu mulut demi sekardus snack. Jika digambarkan situasinya seperti berwisata ke bonbin & memberi makan sekumpulan kera, monyet, babon, beruk, bekantan, dan sun go kong yang ditempatkan di dalam satu kandang. Bisa dibayangkan bukan keributan yang tercipta?! Sempat keki juga melihat tingkah polah mereka, pengen rasanya jitakin kepala mereka satu persatu. Tapi penulis tahu diri, ini kan bulan puasa kudu tahan diri lagian anaknya orang juga bisa berabe kalau dilaporin. Cukup jamaah lainnya aja yang melakukan  dan kadang doa penulispun terjawab, ada jamaah lainnya juga yang merasa keki akhirnya jitakin pala mereka. Hhe. #Ketawapuas.
Sebenarnya apa sih yang menjadikan bocah-bocah itu liar tak terkendali dan bertindak anarkis. Motivasi apa yang menyebabkan kerusuhan ini tercipta. Penulis akhirnya mencoba mencari teka teki jawaban dibalik snack tersebut. Dengan menyusun metodologi penelitian, mengumpulkan hipotesis, dan merangkai kerangka pemikiran, penulis berusaha menyusun pecahan teka teki misteri dan menganalisisnya dengan hati-hati. Dari sumber bukti yang dikumpulkan memang ini terkait erat dengan isi jajanan snack. Lalu siapa yang terlibat dan bertanggung jawab atas peistiwa ini??? Apakan modus yang digunakan? Dan Apa yang melatarbelakanginya?? Jreng..Jreng..
Untuk jawabannya lengkapnya, tonton episode selanjutnya yak alias postingan berikutnya…. Hhe.  –BERSAMBUNG-

2 komentar:

  1. Mana gmbarnya.. no pic = hoaxx... hehhe

    BalasHapus
  2. makanya ikut, biar bisa buktiin sendiri.hhe

    BalasHapus