Assalamualaikum,
penontoooon, keep smileeeee :) , berjumpa lagi dengan penulis dalam
acara TARAWIH DAN TARLING PART #2. Yeeeeeeee.
Sesuai janji pada postingan sebelumnya maka melalui postingan ini
penulis akan mengungkapkan data dan fakta mengenai hasil penelitian dan
pengamatan selama mengikuti kegiatan tarling tahun 2013 ini, yakni tentang
fenomena kericuhan acara tarling. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab rasa
penasaran, kegelisahan, gundah gulana, dan sebagai bentuk keprihatinan yang
menggelayuti benak penulis atas peistiwa yang kerapkali terjadi ini. ecieeeh.(Sebenarnya
lebih tepatnya iseng ding.hhe). Penelitian ini sebenarnya memang tidak terlalu penting seh.hhe.
Akan tetapi penulis yakin kalau penelitian ini merupakan satu-satunya dan
pertama yang mengupas peristiwa ini.(
Setahu penulis.hho).
Ok
langsung saja dimulai. Sebenarnya banyak aspek yang terlibat sebagai sumber pemicu
terjadinya peristiwa ini. Kericuhan pada tarling tiap tahun selalu saja terulang
dan tidak pernah ditemukan solusinya hingga saat ini. Layaknya upil yang selalu
bersemayam di hidung dihilangkan berulangkali tetap saja nongol. Bagaimana tidak berulang, lha wong pelakunya
melibatkan anak-anak. Namanya anak-anak pasti selalu saja akan ada, walupun
ganti aktor, skenarionya tetap saja sama. Seperti fenomena gunung es, saban
tahun aktornyapun justru terus bertambah, berjalan seiring dengan tingkat
pertumbuhan penduduk.
Sebenarnya
kejadian ini bisa saja dicegah jika masing-masing individu mempunyai perhatian
yang sama dan sadar tentang esensi ibadah tarawih sendiri. Teorinya adalah ibadah
> snack tetapi fakta dilapangan menunjukkan
sebaliknya. Penulis sadari bahwa hal ini
memang tidak bisa dihindarkan, penulis sendiri mahfum. Sudah jadi rahasia umum
di budaya kita bahwa penyelenggaraan acara yang ada iming-iming atau stimulusnya
pasti akan ramai didatangi. Seringkali penulis jumpai kegiatan tarling berjalan
tidak khusyuk karena banyaknya anak-anak mengikuti tarling tapi kebanyakan juga lebih sering
membuat kegaduhan. Oleh karena itu, disinilah peran penulis untuk mencari tahu
dan mencari solusi permasalahan tersebut.
Baiklah
untuk awalnya penulis akan bercerita mengapa seh banyak anak yang memperebutkan
snack. Snack tersebut disediakan oleh pihak penyelenggara sebagai bagian dari
rangkaian acara hingga usai nanti. Bisa dibilang tujuan dari diadakannya snack
tersebut sebagai pendamping atau kawan dikala mendengarkan tausyiah. Akan
tetapi tujuan tersebut menjadi tidak tersampaikan manakala yang mengikuti acara
sampai usai lebih sedikit dibandingkan jumlah snack yang dibagikan. Memang tidak
dapat dipungkiri bahwa snack menyumbang porsi paling besar menarik minat yang
hadir. Hal ini dapat dibuktikan pada saat berlangsungnya acara. Dari sholat
isya sampai kata sambutan sohibul bait atau tuan rumah kegiatan, shaf masih
disesaki oleh jamaah. Tiba gilirannya snack usai dibagi, keadaanyapun berubah
180 derajat. Suara jangkrik tiba-tiba
terdengar. Hanya menyisakan sedikit jamaah yang bertahan sampai benar-benar
acaranya rampung.
Perlu
diketahui bahwa dari hasil pengamatan penulis, snack yang dibagikan ini bisa
dibilang memang cukup menggiurkan dan menggoda iman anak-anak. Biasanya isinya
berupa roti, gorengan, kacang-kacangan, dan air mineral dengan berbagai macam
variannya, tergantung pilihan penyelenggaranya. Untuk roti berupa roti isi
pisang coklat, isi keju, isi abon, isi coklat, kue bolu, onde-onde tapi kebanyakan
lebih dari 90% yang dibagikan merupakan roti pisang coklat. Sementara jika
gorengan berupa tahu bakso, martabak, resoles, pastel, sebagian besar dalam
bentuk resoles. Kalau kacang sebagian besar adalah kacang telur. Untuk minumnya
air mineral merk Aqua atau Aguaria dengan kemasan gelas atau botol kecil.
Biasanya disamping jenis makanan kecil pokok yang telah disebutkan diatas ada
juga makanan kecil jenis lainnya seperti serabi, nagasari, lemper, agar-agar,
kue lapis, dan tambahannya kadang ada buah jeruk.
Lalu seperti apa wujud snacknya? Inilah penampakan
yang dapat ditangkap :
Tiap penyelenggara tarling biasanya mempunyai langganan
penyedia snack tersebut, terkadang satu
tuan rumah memesan snack lebih dari satu tempat. Dari hasil dokumentasi yang
penulis kumpulkan terteralah nama Virgin, Jessie , Dyriana, Rapi, Dlish, Royal,
Fancy, Monic, Seruni, Desty, Selera, Swiss House, dan Arlyn.
Berdasarkan pengamatan penulis, yang sering menjadi langganan pihak penyelenggara adalah Rapi. Kalau tidak salah hitung Rapi sudah sampai lima kali menjadi penyedia snack tarling tahun ini. Untuk lebih lengkapnya pembaca bisa lihat daftar penyedia snack dibawah ini beserta alamatnya. Siapa tahu juga bisa jadi sumber referensi bagi yang ingin mencobanya.
Berdasarkan pengamatan penulis, yang sering menjadi langganan pihak penyelenggara adalah Rapi. Kalau tidak salah hitung Rapi sudah sampai lima kali menjadi penyedia snack tarling tahun ini. Untuk lebih lengkapnya pembaca bisa lihat daftar penyedia snack dibawah ini beserta alamatnya. Siapa tahu juga bisa jadi sumber referensi bagi yang ingin mencobanya.
1
|
Rapi
|
Jl.
Kauman no. 66 Semarang telp: (024)3540560 - 3541298
|
2
|
Virgin
|
Jl.
Parang Kusumo Raya no. 16-18 Tlogosari (024)6715555
Jl.
Diponegoro no.297 Ungaran (024)6926767
|
3
|
Dyriana
|
Jl.
Pandanaran 51 A Semarang (024)8318531,
8318242, 8318711
|
4
|
Fancy
|
Jl.
Brotojoyo 3C/17 Pondok Indraprasta
(024)3512057, 3512088
Jl.
Ngesrep Timur V/38 F Tembalang
(024)76917102
|
5
|
Swiss
house
|
Jl.
Prof. dr. Hamka no.20 Ngaliyan
(024)7626009
Jl.
Mataram Plaza Blok A.10 (024)3546546-3564244
Jl.
Afandi no.38 Santren Yogyakarta (0274)545301-08886514263
Jl.
AR. Hakim no.128 A Tegal (0283)342488
|
6
|
Jessy
Cakes
|
Jl.
Brigjend Katamso no.36 Majapahit (024)8417777
|
7
|
Royal
Cake&Bakery
|
Jl.
Gajah Komplek Muiara Gama Kav.10
(024)6717518-08122561111
Jl.
Fatmawati 37 Semarang (024)6724658
|
8
|
Arlyn
|
Jl.
Kelud Raya no. 9 Semarang
(024)70528226
Jl.
Muradi 7-9 Semarang (024)7625096-7615166
Jl.
Kedungmundu Ruko Graha Wahid no.5 (024)70510005
|
9
|
Selera
|
Jl.
Ngesrep Timur III/33A Tembalang
(024)7475358
|
10
|
Desty
|
Jl.
Barito Cimanuk V/32 Semarang 08122805764
|
11
|
Seruni
|
Jl.
Pusponjolo Barat Raya 15 Semarang
(024)7625919
Jl.
Ahmad Yani 124 A Kudus (0291)437350
|
12
|
Monic
|
Jl.
Banyumanik (024)7471902
Jl.
Lampersari (024)8413680-8313328
|
Setelah
membahas tentang snack, selanjutnya penulis akan mengupas tentang subyek
tarling atau faktor manusia. Faktor ini yang berperan dalam menentukan situasi
yang terjadi. Faktor manusia dibagi dua yaitu penyelenggara dan peserta acara
atau jamaah. Pertama adalah faktor penyelenggara, dalam hal ini adalah tuan
rumah kegiatan tarling. Tuan rumah bersama BAI bekerjasama untuk mengatur
jalannya dan kelancaran rangkaian acara. BAI fungsinya hanya membantu tuan
rumah untuk rangkaian isi acaranya. Sementara yang menentukan ketertiban acara
adalah pihak tuan rumah. Untuk masalah ketertiban hampir sebagian besar tuan
rumah memang tidak mampu berbuat banyak untuk membendung kericuhan yang terjadi.
Seperti yang telah dijelaskan pada postingan awal, bahwa kegiatan tarling ini
diperuntukkan untuk umum jadi tidak ada batasan siapa yang boleh datang atau
tidak. Akibatnya jumlah jamaah yang hadirpun selalu membludak dan memang tidak
ada tindakan khusus untuk menjaga ketertiban jalannya acara. Paling sesekali
jika memang sudah dianggap terlalu ribut
cuma diperingatkan lewat pengeras suara saja. Akan tetapi jika
penyelenggara mau menertibkan pun sebenarnya bisa. Contohnya di Patra Jasa,
untuk menertibkan pembagian snack penyelenggara melokalisir jamaah anak- anak
dalam satu tempat. Hal ini cukup efektif pada saat pembagian snack tetapi tidak
untuk pada saat ibadah tarawih. Hal ini erat kaitannya dengan tipikal jamaah
itu sendiri.
Berbicara tipikal jamaah inilah faktor yang
paling krusial, faktor yang paling menentukan yaitu faktor peserta atau jamaah
tarlig. Disini jamaah tarling dikelompokkan menjadi tiga kategori. Pertama
jamaah yang benar-benar mengikuti ibadah. Tipe jamaah ini didominasi oleh
bapak-bapak. Biasanya selalu mengikuti kegiatan tarling sampai selesai dan
biasanya tidak mentolerir terhadap
segala bentuk kebisingan. Jika sudah pada titik dianggap menganggu, jamaah ini
akan melotot dan mempertontonkan mimik tidak suka ke arah sumber biang keributan. Jika sudah begitu anak-anak pun
biasanya akan keder juga tapi ya paling efeknya sementara setelah itu juga
ribut lagi.
Kedua
jamaah yang mengikuti ibadah tetapi mungkin juga mencari atau menunggu snack.
Kalau tipe ini terdiri dari berbagai macam usia, dari anak-anak, remaja, sampai
orang tua. Tipe jamaah ini biasanya mengikuti
jalannya sholat sampai usai, acuh tak acuh terhadap keributan yang terjadi, dan
disaat telah mendapatkan snack biasanya langsung cabut. Entah itu telah habis
ditempat atau dibawa pulang. Akan tetapi jamaah kategori ini sifatnya fleksibel
juga kog. Kadang jika tausyiah atau ceramahnya menarik dia akan tetap bertahan
sampai usai atau ada juga yang terpaksa mendengarkan tausyiah karena memang selain
sebagai jamaah juga sebagai bagian dari tuan rumah tarling.
Lalu
yang ketiga adalah jamaah pemburu snack.
Nah, tipe inilah yang kerap kali menimbulkan kondisi tidak kondusif saat
penyelenggaraan tarling. Tidak hanya saja saat snack dibagikan, acapkali juga
jamaah ini membuat kegaduhan saat ibadah berlangsung. Jamaah tipe ini biasanya
bisa jadi sholat bisa jadi sekedar sholat sholatan. Entahlah, penulis ga mau suudzon.hhe. Tipe ini kebanyakan
didominasi oleh anak-anak usia 6 sampai dengan 14 tahun. Fase usia ini
merupakan fase bebas berperilaku, bereksperesi, dan bertingkah polah diluar norma adat istiadat kepatutan. Sebenarnya
ini hal yang wajar dan manusiawi, fase yang tidak bisa dihindari. Akan tetapi yang perlu ditekankan disini
adalah bagaimana caranya sifat-sifat yang melekat pada anak-anak tersebut dapat
diredam tanpa harus melakukan tindakan represif.
Oke
berdasarkan pengalaman dan pengamatan yang diatas , pada bagian ini penulis
akan mencoba berbagi solusinya. Solusi yang mungkin dapat bermanfaat bagi yang telah
mengikuti atau yang ingin mencoba untuk ikut tarling pertama kalinya. Pertama,
bagi jamaah kategori satu hendaknya datanglah lebih awal, carilah shaf
terdepan. Dengan menempati shaf depan dapat menghindari segala bentuk
keributan. Walaupun memang tidak menjamin kekhusyukan paling tidak dengan
berada di shaf depan dapat mengurangi tingkat kebisingan. Kedua, hindari
tarling di tempat-tempat yang dapat dijangkau atau mudah diakses oleh jamaah
kategori tiga. Misalnya kegiatan tarling yang diadakan di Jalan Pahlawan. Tarling
yang diadakan di lokasi strategis atau yang berada di pusat keramaian dapat
dipastikan bakalan dijejali oleh jamaah kategori tiga. Bukannya dapat pahala
bisa-bisa malah tensi darah anda yang naik karena gangguan yang ditimbulkan.
Saran penulis jika memang ibadah yang dicari, disaat jadwalnya tarling di
tempat tersebut lebih baik lakukanlah
tarawih di tempat lain saja.
Yang
kedua bagi jamaah kategori dua atau pemula, buatlah perimeter aman dengan jamaah
kategori tiga. Usahakan hindari shaf belakang. Shaf belakang ini merupakan shaf
yang paling rawan dan angker. Disanalah biasanya terdengar suara-suara dan
tempat bercokolnya penunggu-penunggu snack yang dapat mengganggu kekhusyukan
ibadah anda. Jangan harap dapat memperoleh ketenangan ibadah jika sudah
terjebak di shaf belakang, justru mungkin saja bagi yang mengharapkan snack
bisa jadi malah tidak kebagian..
Lalu,
jika snack menjadi salah satu tujuan anda dikala tarling, lebih baik carilah
shaf yang baris jamaah horizontalnya tidak terlalu panjang. Mengapa demikian,
karena snack yang didistribusikan ke jamaah dilakukan melalui dua metode.
Pertama, snack dibagikan langsung satu persatu dan kedua dibagikan secara
estafet. Nah, repotnya jika snack dibagikan secara estafet dan kebetulan jamaah
yang paling pojok atau yang paling awal menerima snack adalah jamaah kategori tiga atau “nakal”
biasanya jamaah tersebut akan mengambil lebih dari satu. Modusnya biasanya disembuyikan
di dalam sarung atau sajadah. -.-“
Yang
ketiga atau tips terakhir ini untuk semua jamaah dari berbagai kategori dan ini
nampaknya yang paling efektif. Apakah ituuuu.. Ya beneeer. Ibadahlah dengan
ikhlas. Cara inilah yang seratus persen
mengantarkan anda dan kita semua memperoleh ridho dan pahalaNya. Tentu saja ini
jauh berkali-kali lipat faedahnya dibandingkan mendapatkan sekardus snack.
Sholatlah karena Alloh SWT bukan karena snack. Memang susah untuk dijalankan tetapi cara inilah yang paling dapat
bekerja dengan baik, . Jika hati kita benar-benar kosong, tidak ada
pikiran apapun kecuali semata-mata hanya untuk Alloh SWT maka niscaya anda telah termasuk dalam golongan oran-orang
yang beriman dan menjadi golongan orang-orang yang dijamin masuk surga. (#trustme eh maksudnya percayalah kepada Alloh). Pada akhirnya semuanya
dikembalikan kepada pribadi masing-masing, untuk apa kita hidup, untuk apa kita beribadah. Jika kita memahami hakikat
kehidupan, pada dasarnya tujuannya sederhana saja. Bahwa kita mencari rejeki,
rizki, dan ridhoNya semata-mata itu adalah sebagai sarana atau bekal kehidupan
di akhirat kelak. Semua yang kita miliki dan yang melekat pada diri kita
akhirnya akan kembali kepadaNya. Maka jalan terbaik adalah dengan memperbanyak ibadah
dan beramal secara ikhlas. Insyalloh Alloh akan membalas amal perbuatan kita tanpa
disangka dan dinyana.
Mungkin
cukup ya ceramahnya segitu aja, penulis tahu diri kog dan ga mau menggurui.hhe,
lagipula bukan kapasitas penulis juga bicara benar dan salah, ada yang lebih
ahli mah kalau soal beginian.hho. Intinya dari cerita diatas bahwa ibadah yang
kita lakukan harus dilandasi atas dasar rasa ikhlas dengan tujuan akhir hanya
untuk Alloh SWT . Nothing else.
Demikian
hasil kesimpulan penelitian mengenai fenomena tarling yang dapat penulis
sampaikan pada kesempatan kali ini. Mungkin suatu saat penulis akan coba usahakan
melakukan penelitian di bidang lainnya. Penelitian terhadap fenomena aktual yang
tanpa disadari sering terjadi di sekitar kita yang jarang diungkap dan tentunya
akan penulis kupas tuntas secara faktual,
tajam, dan terpercaya. Apakah fenomena tersebut penting atau tidak selama
menarik minat penulis akan penulis angkat.hhe. Oya, sebenarnya seh ada satu
penelitian penting yang hingga sampai saat ini belum penulis rampungkan.
Penelitian yang paling penting diantara yang terpenting saat ini, apalagi kalau
bukan penelitian skripsi.(maklum status masih mahasiswa.hhe). Kasihan sudah
lama penulis meghiraukan dan mengabaikannya. Skripsi penulis saat ini haus akan
kasih sayang dan belaian. Butuh curahan
waktu, tenaga, dan pikiran dari penulis. Sehingga mulai detik ini penulis tidak
akan menyia-nyiakannya lagi :* .Jadi berkaitan dengan hal tersebut, perlu
penulis sampaikan bahwa kemungkinan blog ini akan vakum untuk sementara waktu sampai
skripsi penulis benar-benar kelar dan berakhir bahagia selamanya. Demi masa depannya penulis rela meninggalkan segalanya eh maksudnya
demi masadepan penulis.hhe . #maafyasedikitcurhat
:P
Oya mumpung akan Lebaran pada kesempatan ini
tak lupa penulis juga ingin
mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri
1434 H, Mohon maaf lahir dan batin. Semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan tahun
ini diterima oleh Alloh SWT dan menjadi berkah bagi kita semua dan semoga kita
masih diberikan umur panjang dan kesehatan untuk dipertemukan di bulan Ramadhan
tahun depan. "Allahumma la taj'al hadza akhiral ahdi bishiyamina iyyahu fain jaltahu faj'alni marhuman wa la taj'alni mahruman. "Ya Alloh, mohon jangan Engkau jadikan bulan Ramadhan ini adalah Ramadhan terakhirku. Tapi jikapun ini Ramadhan terakhirku jadikan aku sebagai hamba yang Engkau rahmati, janganlah Engkau jadikan aku hamba yang terhalangi dari ampunan dan magfirah-Mu". Amin. Akhir kata, wassalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. :)





wew,, luar binasa sungguh suatu penelitian yg tidak asal2an... nih saya kasih nilai A gendut, besok udah bisa daftar wisuda... hehe
BalasHapusTerimakasih kak mauli. hhe
BalasHapus