Rabu, 07 Agustus 2013

Tarawih & Tarling part#2


Assalamualaikum, penontoooon, keep smileeeee :) , berjumpa lagi dengan penulis dalam acara TARAWIH DAN TARLING PART #2. Yeeeeeeee.  Sesuai janji pada postingan sebelumnya maka melalui postingan ini penulis akan mengungkapkan data dan fakta mengenai hasil penelitian dan pengamatan selama mengikuti kegiatan tarling tahun 2013 ini, yakni tentang fenomena kericuhan acara tarling. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab rasa penasaran, kegelisahan, gundah gulana, dan sebagai bentuk keprihatinan yang menggelayuti benak penulis atas peistiwa yang kerapkali terjadi ini. ecieeeh.(Sebenarnya lebih tepatnya iseng ding.hhe). Penelitian ini  sebenarnya memang tidak terlalu penting seh.hhe. Akan tetapi penulis yakin kalau penelitian ini merupakan satu-satunya dan pertama  yang mengupas peristiwa ini.( Setahu penulis.hho).
Ok langsung saja dimulai. Sebenarnya banyak aspek yang terlibat sebagai sumber pemicu terjadinya peristiwa ini. Kericuhan pada tarling tiap tahun selalu saja terulang dan tidak pernah ditemukan solusinya hingga saat ini. Layaknya upil yang selalu bersemayam di hidung dihilangkan berulangkali tetap saja nongol.  Bagaimana tidak berulang, lha wong pelakunya melibatkan anak-anak. Namanya anak-anak pasti selalu saja akan ada, walupun ganti aktor, skenarionya tetap saja sama. Seperti fenomena gunung es, saban tahun aktornyapun justru terus bertambah, berjalan seiring dengan tingkat pertumbuhan penduduk.
Sebenarnya kejadian ini bisa saja dicegah jika masing-masing individu mempunyai perhatian yang sama dan sadar tentang esensi ibadah tarawih sendiri. Teorinya adalah ibadah > snack tetapi fakta dilapangan menunjukkan sebaliknya.  Penulis sadari bahwa hal ini memang tidak bisa dihindarkan, penulis sendiri mahfum. Sudah jadi rahasia umum di budaya kita bahwa penyelenggaraan acara yang ada iming-iming atau stimulusnya pasti akan ramai didatangi. Seringkali penulis jumpai kegiatan tarling berjalan tidak khusyuk karena banyaknya anak-anak  mengikuti tarling tapi kebanyakan juga lebih sering membuat kegaduhan. Oleh karena itu, disinilah peran penulis untuk mencari tahu dan mencari solusi permasalahan tersebut.
Baiklah untuk awalnya penulis akan bercerita mengapa seh banyak anak yang memperebutkan snack. Snack tersebut disediakan oleh pihak penyelenggara sebagai bagian dari rangkaian acara hingga usai nanti. Bisa dibilang tujuan dari diadakannya snack tersebut sebagai pendamping atau kawan dikala mendengarkan tausyiah. Akan tetapi tujuan tersebut menjadi tidak tersampaikan manakala yang mengikuti acara sampai usai lebih sedikit dibandingkan jumlah snack yang dibagikan. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa snack menyumbang porsi paling besar menarik minat yang hadir. Hal ini dapat dibuktikan pada saat berlangsungnya acara. Dari sholat isya sampai kata sambutan sohibul bait atau tuan rumah kegiatan, shaf masih disesaki oleh jamaah. Tiba gilirannya snack usai dibagi, keadaanyapun berubah 180 derajat.  Suara jangkrik tiba-tiba terdengar. Hanya menyisakan sedikit jamaah yang bertahan sampai benar-benar acaranya rampung. 


Perlu diketahui bahwa dari hasil pengamatan penulis, snack yang dibagikan ini bisa dibilang memang cukup menggiurkan dan menggoda iman anak-anak. Biasanya isinya berupa roti, gorengan, kacang-kacangan, dan air mineral dengan berbagai macam variannya, tergantung pilihan penyelenggaranya. Untuk roti berupa roti isi pisang coklat, isi keju, isi abon, isi coklat, kue bolu, onde-onde tapi kebanyakan lebih dari 90% yang dibagikan merupakan roti pisang coklat. Sementara jika gorengan berupa tahu bakso, martabak, resoles, pastel, sebagian besar dalam bentuk resoles. Kalau kacang sebagian besar adalah kacang telur. Untuk minumnya air mineral merk Aqua atau Aguaria dengan kemasan gelas atau botol kecil. Biasanya disamping jenis makanan kecil pokok yang telah disebutkan diatas ada juga makanan kecil jenis lainnya seperti serabi, nagasari, lemper, agar-agar, kue lapis, dan tambahannya kadang ada buah jeruk.
Lalu seperti apa wujud snacknya? Inilah penampakan yang dapat ditangkap :




 Tiap penyelenggara tarling biasanya mempunyai langganan penyedia snack tersebut,  terkadang satu tuan rumah memesan snack lebih dari satu tempat. Dari hasil dokumentasi yang penulis kumpulkan terteralah nama Virgin, Jessie , Dyriana, Rapi, Dlish, Royal, Fancy, Monic, Seruni, Desty, Selera, Swiss House, dan Arlyn. 
Berdasarkan pengamatan penulis, yang sering menjadi langganan pihak penyelenggara adalah Rapi. Kalau tidak salah hitung Rapi sudah sampai lima kali menjadi penyedia snack tarling tahun ini. Untuk lebih lengkapnya pembaca bisa lihat daftar penyedia snack dibawah ini beserta alamatnya. Siapa tahu juga bisa jadi sumber referensi bagi yang ingin mencobanya.

1
Rapi
Jl. Kauman no. 66 Semarang telp: (024)3540560 - 3541298
2
Virgin
Jl. Parang Kusumo Raya no. 16-18 Tlogosari (024)6715555
Jl. Diponegoro no.297 Ungaran  (024)6926767
3
Dyriana
Jl. Pandanaran 51 A Semarang  (024)8318531, 8318242, 8318711
4
Fancy
Jl. Brotojoyo 3C/17 Pondok Indraprasta  (024)3512057, 3512088
Jl. Ngesrep Timur V/38 F Tembalang  (024)76917102
5
Swiss house
Jl. Prof. dr. Hamka no.20 Ngaliyan  (024)7626009
Jl. Mataram Plaza Blok A.10 (024)3546546-3564244
Jl. Afandi no.38 Santren Yogyakarta  (0274)545301-08886514263
Jl. AR. Hakim no.128 A Tegal  (0283)342488
6
Jessy Cakes
Jl. Brigjend Katamso no.36 Majapahit (024)8417777
7
Royal Cake&Bakery
Jl. Gajah Komplek Muiara Gama Kav.10  (024)6717518-08122561111
Jl. Fatmawati 37 Semarang  (024)6724658
8
Arlyn
Jl. Kelud Raya no. 9 Semarang  (024)70528226
Jl. Muradi 7-9 Semarang  (024)7625096-7615166
Jl. Kedungmundu Ruko Graha Wahid no.5 (024)70510005
9
Selera
Jl. Ngesrep Timur III/33A Tembalang  (024)7475358
10
Desty
Jl. Barito Cimanuk V/32 Semarang 08122805764
11
Seruni
Jl. Pusponjolo Barat Raya 15 Semarang  (024)7625919
Jl. Ahmad Yani 124 A Kudus  (0291)437350
12
Monic
Jl. Banyumanik  (024)7471902
Jl. Lampersari  (024)8413680-8313328

Setelah membahas tentang snack, selanjutnya penulis akan mengupas tentang subyek tarling atau faktor manusia. Faktor ini yang berperan dalam menentukan situasi yang terjadi. Faktor manusia dibagi dua yaitu penyelenggara dan peserta acara atau jamaah. Pertama adalah faktor penyelenggara, dalam hal ini adalah tuan rumah kegiatan tarling. Tuan rumah bersama BAI bekerjasama untuk mengatur jalannya dan kelancaran rangkaian acara. BAI fungsinya hanya membantu tuan rumah untuk rangkaian isi acaranya. Sementara yang menentukan ketertiban acara adalah pihak tuan rumah. Untuk masalah ketertiban hampir sebagian besar tuan rumah memang tidak mampu berbuat banyak untuk membendung kericuhan yang terjadi. Seperti yang telah dijelaskan pada postingan awal, bahwa kegiatan tarling ini diperuntukkan untuk umum jadi tidak ada batasan siapa yang boleh datang atau tidak. Akibatnya jumlah jamaah yang hadirpun selalu membludak dan memang tidak ada tindakan khusus untuk menjaga ketertiban jalannya acara. Paling sesekali jika memang sudah dianggap terlalu ribut  cuma diperingatkan lewat pengeras suara saja. Akan tetapi jika penyelenggara mau menertibkan pun sebenarnya bisa. Contohnya di Patra Jasa, untuk menertibkan pembagian snack penyelenggara melokalisir jamaah anak- anak dalam satu tempat. Hal ini cukup efektif pada saat pembagian snack tetapi tidak untuk pada saat ibadah tarawih. Hal ini erat kaitannya dengan tipikal jamaah itu sendiri.
 Berbicara tipikal jamaah inilah faktor yang paling krusial, faktor yang paling menentukan yaitu faktor peserta atau jamaah tarlig. Disini jamaah tarling dikelompokkan menjadi tiga kategori. Pertama jamaah yang benar-benar mengikuti ibadah. Tipe jamaah ini didominasi oleh bapak-bapak. Biasanya selalu mengikuti kegiatan tarling sampai selesai dan biasanya tidak mentolerir  terhadap segala bentuk kebisingan. Jika sudah pada titik dianggap menganggu, jamaah ini akan melotot dan mempertontonkan mimik tidak suka ke arah sumber biang  keributan. Jika sudah begitu anak-anak pun biasanya akan keder juga tapi ya paling efeknya sementara setelah itu juga ribut lagi.
Kedua jamaah yang mengikuti ibadah tetapi mungkin juga mencari atau menunggu snack. Kalau tipe ini terdiri dari berbagai macam usia, dari anak-anak, remaja, sampai orang tua.  Tipe jamaah ini biasanya mengikuti jalannya sholat sampai usai, acuh tak acuh terhadap keributan yang terjadi, dan disaat telah mendapatkan snack biasanya langsung cabut. Entah itu telah habis ditempat atau dibawa pulang. Akan tetapi jamaah kategori ini sifatnya fleksibel juga kog. Kadang jika tausyiah atau ceramahnya menarik dia akan tetap bertahan sampai usai atau ada juga yang terpaksa mendengarkan tausyiah karena memang selain sebagai jamaah juga sebagai bagian dari tuan rumah tarling.
Lalu  yang ketiga adalah jamaah pemburu snack. Nah, tipe inilah yang kerap kali menimbulkan kondisi tidak kondusif saat penyelenggaraan tarling. Tidak hanya saja saat snack dibagikan, acapkali juga jamaah ini membuat kegaduhan saat ibadah berlangsung. Jamaah tipe ini biasanya bisa jadi sholat bisa jadi sekedar sholat sholatan. Entahlah, penulis  ga mau suudzon.hhe. Tipe ini kebanyakan didominasi oleh anak-anak usia 6 sampai dengan 14 tahun. Fase usia ini merupakan fase bebas berperilaku, bereksperesi, dan bertingkah  polah diluar norma adat istiadat kepatutan. Sebenarnya ini hal yang wajar dan manusiawi, fase yang tidak bisa dihindari.  Akan tetapi yang perlu ditekankan disini adalah bagaimana caranya sifat-sifat yang melekat pada anak-anak tersebut dapat diredam tanpa harus melakukan tindakan represif.
Oke berdasarkan pengalaman dan pengamatan yang diatas , pada bagian ini penulis akan mencoba berbagi solusinya. Solusi  yang mungkin dapat bermanfaat bagi yang telah mengikuti atau yang ingin mencoba untuk ikut tarling pertama kalinya. Pertama, bagi jamaah kategori satu hendaknya datanglah lebih awal, carilah shaf terdepan. Dengan menempati shaf depan dapat menghindari segala bentuk keributan. Walaupun memang tidak menjamin kekhusyukan paling tidak dengan berada di shaf depan dapat mengurangi tingkat kebisingan. Kedua, hindari tarling di tempat-tempat yang dapat dijangkau atau mudah diakses oleh jamaah kategori tiga. Misalnya kegiatan tarling yang diadakan di Jalan Pahlawan. Tarling yang diadakan di lokasi strategis atau yang berada di pusat keramaian dapat dipastikan bakalan dijejali oleh jamaah kategori tiga. Bukannya dapat pahala bisa-bisa malah tensi darah anda yang naik karena gangguan yang ditimbulkan. Saran penulis jika memang ibadah yang dicari, disaat jadwalnya tarling di tempat tersebut  lebih baik lakukanlah tarawih di tempat lain saja.
Yang kedua bagi jamaah kategori dua atau pemula, buatlah perimeter aman dengan jamaah kategori tiga. Usahakan hindari shaf belakang. Shaf belakang ini merupakan shaf yang paling rawan dan angker. Disanalah biasanya terdengar suara-suara dan tempat bercokolnya penunggu-penunggu snack yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah anda. Jangan harap dapat memperoleh ketenangan ibadah jika sudah terjebak di shaf belakang, justru mungkin saja bagi yang mengharapkan snack bisa jadi malah tidak kebagian..
Lalu, jika snack menjadi salah satu tujuan anda dikala tarling, lebih baik carilah shaf yang baris jamaah horizontalnya tidak terlalu panjang. Mengapa demikian, karena snack yang didistribusikan ke jamaah dilakukan melalui dua metode. Pertama, snack dibagikan langsung satu persatu dan kedua dibagikan secara estafet. Nah, repotnya jika snack dibagikan secara estafet dan kebetulan jamaah yang paling pojok atau yang paling awal menerima snack  adalah jamaah kategori tiga atau “nakal” biasanya jamaah tersebut akan mengambil lebih dari satu. Modusnya biasanya disembuyikan di dalam sarung atau sajadah. -.-“
Yang ketiga atau tips terakhir ini untuk semua jamaah dari berbagai kategori dan ini nampaknya yang paling efektif. Apakah ituuuu.. Ya beneeer. Ibadahlah dengan ikhlas.  Cara inilah yang seratus persen mengantarkan anda dan kita semua memperoleh ridho dan pahalaNya. Tentu saja ini jauh berkali-kali lipat faedahnya dibandingkan mendapatkan sekardus snack. Sholatlah karena Alloh SWT bukan karena snack. Memang susah untuk dijalankan tetapi cara inilah yang paling dapat bekerja dengan baik, . Jika hati kita benar-benar kosong, tidak ada pikiran apapun kecuali semata-mata hanya untuk Alloh SWT maka niscaya  anda telah termasuk dalam golongan oran-orang yang beriman dan menjadi golongan orang-orang yang dijamin masuk surga. (#trustme eh maksudnya percayalah kepada Alloh). Pada akhirnya semuanya dikembalikan kepada pribadi masing-masing, untuk apa kita hidup, untuk  apa kita beribadah. Jika kita memahami hakikat kehidupan, pada dasarnya tujuannya sederhana saja. Bahwa kita mencari rejeki, rizki, dan ridhoNya semata-mata itu adalah sebagai sarana atau bekal kehidupan di akhirat kelak. Semua yang kita miliki dan yang melekat pada diri kita akhirnya akan kembali kepadaNya. Maka jalan terbaik adalah dengan memperbanyak ibadah dan beramal secara ikhlas. Insyalloh  Alloh akan membalas amal perbuatan kita tanpa disangka dan dinyana.
Mungkin cukup ya ceramahnya segitu aja, penulis tahu diri kog dan ga mau menggurui.hhe, lagipula bukan kapasitas penulis juga bicara benar dan salah, ada yang lebih ahli mah kalau soal beginian.hho. Intinya dari cerita diatas bahwa ibadah yang kita lakukan harus dilandasi atas dasar rasa ikhlas dengan tujuan akhir hanya untuk Alloh SWT . Nothing else. 
Demikian hasil kesimpulan penelitian mengenai fenomena tarling yang dapat penulis sampaikan pada kesempatan kali ini. Mungkin suatu saat penulis akan coba usahakan melakukan penelitian di bidang lainnya. Penelitian terhadap fenomena aktual yang tanpa disadari sering terjadi di sekitar kita yang jarang diungkap dan tentunya akan penulis kupas tuntas secara  faktual, tajam, dan terpercaya. Apakah fenomena tersebut penting atau tidak selama menarik minat penulis akan penulis angkat.hhe. Oya, sebenarnya seh ada satu penelitian penting yang hingga sampai saat ini belum penulis rampungkan. Penelitian yang paling penting diantara yang terpenting saat ini, apalagi kalau bukan penelitian skripsi.(maklum status masih mahasiswa.hhe). Kasihan sudah lama penulis meghiraukan dan mengabaikannya. Skripsi penulis saat ini haus akan kasih sayang dan belaian. Butuh  curahan waktu, tenaga, dan pikiran dari penulis. Sehingga mulai detik ini penulis tidak akan menyia-nyiakannya lagi :* .Jadi berkaitan dengan hal tersebut, perlu penulis sampaikan bahwa kemungkinan blog ini akan vakum untuk sementara waktu sampai skripsi penulis benar-benar kelar dan berakhir bahagia  selamanya. Demi masa depannya  penulis rela meninggalkan segalanya eh maksudnya demi masadepan penulis.hhe .  #maafyasedikitcurhat :P
 Oya mumpung akan Lebaran pada kesempatan ini tak lupa  penulis juga ingin mengucapkan  Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H, Mohon maaf lahir dan batin. Semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan tahun ini diterima oleh Alloh SWT dan menjadi berkah bagi kita semua dan semoga kita masih diberikan umur panjang dan kesehatan untuk dipertemukan di bulan Ramadhan tahun depan. "Allahumma la taj'al  hadza akhiral ahdi bishiyamina iyyahu fain jaltahu faj'alni marhuman wa la taj'alni mahruman. "Ya Alloh, mohon jangan Engkau jadikan bulan Ramadhan ini adalah Ramadhan terakhirku. Tapi jikapun ini Ramadhan terakhirku  jadikan aku sebagai hamba yang Engkau rahmati, janganlah Engkau jadikan aku hamba yang terhalangi dari ampunan dan magfirah-Mu". Amin. Akhir kata, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. :)

2 komentar:

  1. wew,, luar binasa sungguh suatu penelitian yg tidak asal2an... nih saya kasih nilai A gendut, besok udah bisa daftar wisuda... hehe

    BalasHapus